Selasa, 29 September 2015

Corat Coret Gunung Karang..


Selimut Kabut Gunung Karang
Salam Corat Coret.. !!!
Setelah hampir setahun (bahkan lebih) nih blog jarang update, tetiba kepikiran buat nulis lagi. :)) Kali ini lagi pengen buat catatan tentang perjalanan saya dkk waktu ke Gunung Karang belum lama ini.
Kerinduan akan suatu perjalanan mendaki gunung yang benar-benar menikmati arti suatu pendakian.. (apa sih???) Maksudnya gini, kita kan kalo naek gunung itu kan pengennya nyaman, jauh dari hiruk pikuk keramaian. Iya gak??
Lah sekarang.. Gunung2 udah rame, pagi siang sore malam pasti rame. Yang tadinya mau menikmati keheningan, suasana yang saya tulis diatas tadi jadi gak bisa.. Sedih deh eike huhhh ;(
Singkat cerita, pilihan jatuh ke Gunung tertinggi di wilayah Provinsi Banten.
Gunung Karang Berdiri tegak di wilayah kabupaten Pandeglang Mempunyai ketinggian sekitar 1.778 MDPL. Pada saat ini telah menarik perhatian oleh banyak orang untuk melakukan kegiatan pendakian umum maupun untuk pendakian wisata ziarah karena memiliki tempat keramat dan sumur 7 di puncaknya, walau gunung ini terbilang tidak terlalu tinggi namun memiliki tantangan dan tingkat kesulitan yang lumayan berat membuat keringat mengucur deras dengan nafas senen-kemis, dalam menyusuri jalan menuju puncak menjadi tantangan dan cerita tersendiri yang tak dapat dilupakan.
Stasiun Rangkas Bitung
Perjalanan saya dan rombongan dimulai dari St.Tanah Abang, Sabtu pagi 5 September 2015. Dengan menaiki Kereta Ekonomi AC Rangkas Jaya seharga 15rb, yang berangkat sekitar pukul 8 pagi. Kami pun meluncur menuju St.Rangkas Bitung di Kab.Lebak Banten. Dan tepat pukul 10 pagi kami pun sampai..
Di Stasiun Rangkas Bitung kami dijemput oleh teman2 dari Milanisti Krakatau Serang (Yudi) dan Milanisti Lebak (Dede vian & Desi). Setelah bongkar muat perabotan lenong ke mobil penjemput, kami pun makan siang dan membeli perbekalan lagi yang sekiranya kurang. Pukul 11.00 kami melanjutkan perjalanan menuju salahsatu jalur Pendakian di Desa Kaduengang.
Di ketahui ada dua jalur pendakian menuju puncak Gn Karang yaitu jalur Desa Kaduengang yang sering dipakai oleh para peziarah dengan waktu tempuh kurang lebih 4-5 jam. Dan jalur Desa Pager Watu / Ciekek dengan jarak tempuhyang lebih lama sekitar 7 jam, namun jalur ini jarang dilalui.
Setelah hampir 3 jam perjalanan, kami pun sampai di Desa Kaduengang. Dari Desa ini juga para pendaki dapat melihat indahnya gemerlap kota Serang dan Pelabuhan Merak. Pendakian dimulai dengan jalan desa yang menanjak, pos 1 ditandai dengan adanya menara tower milik TNI dekat rumah salah satu sesepuh yang dapat pendaki minta untuk memimpin berziarah, karena sebelum melanjutkan pendakian disarankan agar berziarah terlebih dahulu ke makam Pangeran TB. Jaya Raksa, makam tersebut berada tepat di sebelah kanan jalur pendakian.
Track batuan Hutan 1 / Kebun cengkeh
Tepat pukul 13.30 Saya dan rombongan (w/ Rudi, Iwel, Agung, Ucup, Nafi, Dijah, Abel, Farel, Yudi dan Adit) memulai pendakian dengan rencana nge-camp di Puncak Sumur Tujuh. Awal-awal perjalanan track jalur batu yang disusun dan track tanah dengan kanan-kirinya merupakan kebun cengkeh dan buah-buahan masih menjadi kawan setia hingga 1 jam perjalanan. Setelah itu track berubah menjadi sedikit berpasir dan batu-batuan dengan perkebunan sayur milik warga disebelahnya. di jalur kebun sayur ini terdapat 3 warung yang bisa dijadikan tempat istirahat sambil jajan jajan pastinya. Tapi pas saya kesana cuma 1 warung aja yang buka, yaitu warung ke 2. Jadilah saya dan rombongan beristirahat disana sebelum melanjutkan perjalanan.
Track Kebun sayur
Gunung Karang memiliki hutan hujan tropis, di Jalur Kaduengang ini kawasan hutan terbagi menjadi 2, Hutan 1 dan Hutan 2. Hutan 1 merupakan hutan yang tidak terlalu lebat, letaknya masih disekitar ladang penduduk (Kebun Cengkeh). Sedangkan Hutan 2, merupakan kawasan hutan lindung, dalam hutan ini banyak ditemui tumbuhan anggrek hampir sepanjang jalan, dan juga di hutan ini sering tertutup kabut tebal yang menimbulkan kesan mistis buat saya, keadaan yang lembab dan dipenuhi akar-akar pohon besar menghiasi perjalanan ketika memasuki hutan 2 ini.
Perjalanan pun dilanjutkan kembali Pukul 16.45, setelah 15 menit mendaki dari warung ke 2, jalur pendakian kembali memasuki hutan (Hutan ke 2) dengan track tanah. Memasuki hutan tiba-tiba hujan gerimis selama 30 menit, padahal cuaca sebelumnya cukup panas.. Pukul 18.00 kami sampai di puncak bayangan, dan ternyata rombongan kami tidak sendiri. Ada 1 tenda di puncak bayangan dan sepertinya penghuninya tersebut sedang lelah sangat, karena ketika kami beristirahat sebentar disana dan bercanda ria mereka tidak respon sama sekali.. Akhirnya kami kembali berjalan dengan sedikit bonus track menurun setelah puncak bayangan. Tepat pukul 18.30 seluruh rombongan akhirnya sampai di Puncak Sumur Tujuh, disambut Musholla kecil dan Makam membuat suasana puncak yang gelap menjadi agak-agak gimana gitu.
Tenda pun kami dirikan disebelah situs sumur tujuh yang dipagar, air sumur tujuh bisa digunakan untuk masak & minum tapi waktu kemaren saya disana sumur sedang kering karena musim kemarau, setelah mendirikan tenda, aktivitas dilanjutkan dengan makan malam bersama dan bercanda ria kembali sebagai pengobat lelah serta pengusir suasana mistis malam itu.
Karena lelah, saya ijin lebih dulu istirahat ke teman-teman yang sedang bercanda ria.. ZZzzz..ZZzzz..
Minggu pagi 6 September Pukul 05.00 kami sudah terbangun oleh jejak-jejak sepatu pendaki lain yang baru sampai di Puncak. Niat mereka mungkin untuk menikmati sunrise, tapi apa daya kabut melulu...
Sarapan Pagi
Sarapan lanjut packing sambil berpoto-poto ria adalah kegiatan minggu pagi pembunuh kekecewaan akan sunrise yang tak didapat pagi itu. Tidak lupa untuk opsih sampah disekitaran Puncak dan pukul 09.00 kami memutuskan untuk turun dari Puncak Gn.Karang. Dan sampai di Desa Kaduengang tepat pukul 12.00 dilanjutkan menuju Stasiun Rangkas Bitung dan kembali ke Jakarta.
ffiiiuuuhhhh.. Sekian dan terima kasih buat semuanya..
Makam di Puncak
Musholla di Puncak








Senin, 03 Maret 2014

TEKNIK MEMBACA PETA TOPOGRAFI

TEKNIK MEMBACA PETA TOPOGRAFI (Lanjutan navrat)

Dalam kenyataannya di lapangan resectian dan intersection sangatlah sulit digunakan, karena keadaan alam itu sendiri, seperti hutan yang lebat dan rapat, kabut, tertutup oleh lembah, dll. Oleh karena iitu setelah kita mengetahui dan mempelajari mulai dari peta (peta topografi) sampai orientasi medan, maka pembahasan terakhir adalah teknik membaca peta topografi di lapangan.

Teknik membaca peta topografi di lapangan ini sangatlah penting untuk mengetahui dan dimengerti oleh seorang pecinta alam, khususnya pendaki gunung. Cara yang paling baik untuk mempelajarinya adalah langsung di lapangan dan dari pengalaman.

Untuk yang baru pertama mengenal Navigasi Darat, khususnya mengenai peta topografi, maka tahapan-tahapan pekerjaan di lapangan sebagai berikut :


1. Titik Awal Perjalanan

Titik awal ini yang pertama diketahui dan harus diketahui!! Bila tidak dapat resection, sebaliknya tahu nama tempat tersebut. Misalnya Desa (Pasir rengit), nama sungai (cigamea), dll. Kemudian pindahkan plot/titik tersebut pada peta topografi.


2. Tanda Medan

Perhatikan tanda medan. Jadikan tanda medan sebagai pedoman arah perjalanan, misalnya puncak gunung, sungai di sebelah kiri atau di kanan, tebing, penggunungan, dan tanda medan lainnya.

3. Arah Kompas

Gunakan kompas untuk melihat arah perjalanan anda. Apakah sesuai dengan arah gunung, punggungan, sungai, atau tanda medan lainnya yang anda tuju.


4. Tafsir Jarak

Hitung atau tafsir jarak yang kita jalani dengan menafsirkan berapa jauh tiap bagian perjalanan kita.

Caranya:

a. Dengan melihat ke belakang dan memperkirakan jarak berhenti

b. Dapat juga dengan menghitung langkah


5. Orientasi Medan dan Resection

Lakukan teknik orientasi medan dan resection seserius mungkin, setiap kali ada kesempatan dan keadaan medan memungkinkan, lalu plot dan pindahkan pada peta topografi. Titik ini merupakan titik kontrol perjalanan kita.


6. Perubahan Kondisi Medan

Selama berjalan, waspadalah terhadap perubahan kondisi medan dan perubahan arah perjalanan kita. Misalnya pindah punggungan, punggungan curam menjadi landai., sungai dari sebelah kiri ke sebelah kanan kita, punggungan tipis, dll. Jadi selama kita berjalan konsentrasi kita selalu penuh terhadap perubahan-perubahan medan.

Demikian yang dapat saya share tentang teknik membaca peta topografi. Salam..

Sabtu, 16 November 2013

LEGENDA LEMBUSWANA di KUTAI KARTANEGARA

Belum lama ini pada tanggal 9-10 nov.13, saya mengikuti sebuah kegiatan Gathering di Kaltim. Tepatnya di 2 Kota yaitu di Samarinda dan Tenggarong, Kukar. Ketika Saya berada di Tenggarong di depan Museum Mulawarman ada sebuah patung yang menarik menurut saya, karena bentuk dan warnanya yang emas berkilau. Namanya Patung Lembuswana
Depan Museum
Patung Lembuswana tersebut merupakan karya seniman Burma pada pertengahan abad ke-19, tetapi baru menghias pelataran kedaton Kutai Kartanegara sejak awal abad ke-20.
Patung Lembuswana
Patung tersebut cukup erat kaitannya dengan mitologi setempat. Terutama dengan masyarakat Kutai Kartanegara. Patung satwa berbadan kuda yang berisisik dan bertaji. Taringnya yang menghunus ganas yang mengapit belalai itu. Lembuswana, sang penguasa Sungai Mahakam yang bersemayam di palung sungai tersebut. 
Leluhur mayarakat Kutai memercayai bahwa Sang Lembuswana merupakan tunggangan Mulawarman, yang bertakhta sebagai Raja Kutai (Kerajaan Hindu tertua di Indonesia) sekitar 1.500 tahun silam. Dan juga Kemunculannya tersebut kerap dihubungkan dengan kisah lahirnya Putri Karang Melenu yang muncul bersama satwa mitologi itu dari dasar Sungai Mahakam. Kelak sang putri menikah dengan Raja Aji Batara Agung Dewa Sakti. Dari sang putri itu dilahirkan penerus dinasti raja-raja Kutai Kartanegara. Lembuswana telah meretas masa dari zaman kerajaan Hindu tertua (Kutai Lama) sampai kesultanan Kutai Kartanegara dengan segala filosofinya.


Patung Lembuswana
Depan Museum Mulawarman

Sabtu, 16 Februari 2013

Persiapan (pribadi) Bagi Seorang Petualang

Untuk menjadi seorang pendaki gunung yang baik diperlukan beberapa persyaratan antara lain :

1. Sifat mental.
Seorang pendaki gunung harus tabah dalam menghadapi berbagai kesulitan dan tantangan di alam terbuka. Tidak mudah putus asa dan berani, dalam arti kata sanggup menghadapi tantangan dan mengatasinya secara bijaksana dan juga berani mengakui keterbatasan kemampuan yang dimiliki.

2. Pengetahuan dan keterampilan

Meliputi pengetahuan tentang medan, cuaca, teknik-teknik pendakian pengetahuan tentang alat pendakian dan sebagainya.

3. Kondisi fisik yang memadai

Mendaki gunung termasuk olah raga yang berat, sehingga memerlukan kondisi fisik yang baik. Berhasil tidaknya suatu pendakian tergantung pada kekuatan fisik. Untuk itu agar kondisi fisik tetap baik dan siap, kita harus selalu berlatih.

4. Etika

Harus kita sadari sepenuhnya bahwa seorang pendaki gunung adalah bagian dari masyarakat yang memiliki kaidah-kaidah dan hukum-hukum yang berlaku yang harus kita pegang dengan teguh. Mendaki gunung tanpa memikirkan keselamatan diri bukanlah sikap yang terpuji, selain itu kita juga harus menghargai sikap dan pendapat masyarakat tentang kegiatan mendaki gunung yang selama ini kita lakukan.

Senin, 28 Februari 2011

Membelok ke Gunung Kelimutu

Angin barat yang mengakibatkan cuaca buruk dan gelombang besar itulah yang akhirnya mengurungkan niat saya dan imron (iim) untuk menyebrang ke Pulau Wailago. Iya memang, pada hari itu, minggu 27 februari 2011 kami berencana ke sana. Tapi akhirnya rencana kami belokan menuju Taman Nasional Gunung Kelimutu.

Sore itu, kami berangkat menuju Gn.Kelimutu menggunakan travel dari maumere. Dengan harga tiket tidak normal sebesar 100rb Rupiah (normal 70rb). Sepanjang perjalanan yg “membosankan” selama 3 jam, kami hanya di suguhkan pemandangan remang malam diantara tebing, hutan dan sederhananya lampu penerangan jalan. Dan akhirnya kami pun sampai di Desa Moni, Desa yang terletak di kaki Gn.Kelimutu. Secara administratif, Gunung Kelimutu ini terletak di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, NTT. Tetapi karena letaknya yang berada di Jalan lintas Flores inilah yang membuat Desa Moni terkenal dan dijadikan gerbang masuk ke Taman Nasional Gunung Kelimutu, dimana banyak terdapat tempat penginapan atau hotel bahkan home stay dengan harga yang bervariatif. Karena ketika kami tiba sudah jam 9 malam, kami mencari penginapan untuk beristirahat semalam sebelum paginya melakukan ”Summit Attack” untuk mengejar sunrise.

Janji tinggal janji walaupun alarm sudah terpasang, apa daya kami pun kesiangan..hehhehe. Dan niat untuk menyaksikan sunrise pun pupus sudah. Dengan menyewa motor pada pemilik hotel, kami pun berangkat dengan semangat penuh di dada menuju Puncak (i’m coming..!!). 30 menit berlalu kami pun sampai pintu gerbang Taman Nasional Gunung Kelimutu. Setelah membayar retribusi, perjalanan kami lanjutkan menuju terminal (tempat parkir) selama 10 menit. Kami pun sampai di terminal, lalu perjalanan pun harus dilanjutkan dengan berjalan kaki selama satu jam menuju puncak,pffiuhh.. tetapi dengan jalur trekking yg cukup jelas dan sedikit menanjak, tak membuat kami kesulitan mencapai puncak Gn.Kelimutu.

Ketika berada di puncak dengan ketinggian 1.639 Mdpl ini, saya terpesona oleh keindahan tiga danau yang memiliki nama, arti dan historis berbeda. Penduduk lokal khusus nya suku lio menyebutnya dengan nama danau Tiwu Ata polo (danau arwah para orang tua) dan danau Tiwu Nu’u Mari Koo Fai (danau arwah muda-mudi) letaknya saling berdekatan serta danau Tiwu Ata mbupu (danau arwah orang jahat) yang letaknya agak berjauhan dengan kedua danau sebelumnya. Mereka percaya apabila ada yang meninggal maka arwahnya akan masuk kedalam salah satu kawah yang ada di gunung ini. Selain itu masing-masing danau ini memiliki tiga warna yang berbeda dan selalu berubah-ubah.



Legenda Lokal

Selain terkenal dengan keindahan alamnya Taman Nasional Gunung Kelimutu juga merupakan salah satu wilayah habitat binatang liar salah satunya monyet ekor panjang. Karena ketika berada di puncak kami menjumpai beberapa monyet ekor panjang yang sedang mencari makanan sisa pengunjung di tempat sampah, mungkin hal inilah yang membuat pihak Taman nasional Gunung Kelimutu membuat feeding ground sebagai tempat untuk memberi makan monyet ekor panjang tersebut.

Menjelang siang, setelah puas potret sana-sini, kami memutuskan untuk kembali ke penginapan di Desa Moni.

Siang itu juga, kami kembali ke Maumere dengan membungkus satu lagi pengalaman berharga untuk dibawa dengan pengalaman lainnya selama kami di Flores.

Jakarta tunggu aku..!!!














**Sedikit Penampakannya nih
Saya

Tugu Puncak
Salah Satu Danau

Jalur buatan menuju Puncak


Selasa, 15 Februari 2011

Suleng Waseng Ex Solor 1

Solor adalah sebuah pulau yang terletak di Kepulauan Nusa Tenggara, yakni di sebelah timur Pulau Flores. Pulau ini dibatasi oleh Selat Lowotobi di barat, Selat Solor di utara, Selat Lamakera di timur, serta serta Laut Sawu di selatan.
Secara administratif, Pulau Solor termasuk wilayah Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia

Pulau ini merupakan satu di antara dua pulau utama selain Pulau Adonara ( Pulau yang akan saya singgahi beberapa hari kemudian) pada kepulauan di wilayah Kabupaten Flores Timur. Tanggung jawab akan kerjaan membuat kami harus bolak-balik menyebrang ke Pulau Solor dari Kota Larantuka. Dengan ongkos naik Kapal Penyebrangan seharga 10rb perorang dan jika membawa motor akan dihitung 1 0rang. Hari itu Rabu, 9 februari 2011 saya menyebrang bersama partner kerja, Imron atau Iim yang sudah saya kenal sebelum sama-sama bekerja di bidang yang sama. Tapi disini saya tidak akan menceritakan tentang apa pekerjaan saya dan apa yang saya lakukan disana. Karena saya hanya mengangkat demografinya saja.

Tak terasa sejam kami menyebrangi Selat Solor dan berlabuh di Desa Pamakayoh. Salah satu dari empat Pelabuhan singgah yang berada di Pulau Solor. Kami pun langsung menuju tempat salah satu tujuan saya, Desa Suleng Waseng. Desa yang berada di wilayah selatan Pulau Solor ini berjarak kira-kira sejam dari Desa Pamakayoh. Dengan bantuan GPS dan Navigasi "Punten" (bertanya ke penduduk). Sepanjang perjalanan Kami disuguhi oleh pemandangan pantai karang dengan sedikit pasir putih serta keramahan tegur-sapa setiap penduduk seperti tidak menunjukan betapa kerasnya kehidupan mereka di pulau yang bercuaca panas serta banyak ditumbuhi batu karang atau kapur serta terbatasnya sumber air bagi mereka.

Dan kami pun sampai di tempat tujuan Desa Suleng Waseng. Sebuah Desa yang hanya punya dua sumber air dan belum mendapat pasokan listrik dari pemerintah ini (kecuali Suleng Waseng semua wilayah di Pulau Solor telah menikmati listrik walaupun hanya 12 jam saja), wilayah yang hanya memiliki sekitar 40-an KK ini mayoritas bekerja sebagai petani, ada juga yang bekerja sebagai nelayan dan mencoba mengadu nasib hingga jauh di sebrang pulau bahkan menjadi TKI ke malaysia.

Best pict, Pelangi dgn latar Gn.Lewotobi
Untuk budaya maupun ada istiadat, Desa Suleng Waseng masih memegang teguh adat istiadat yang telah diwariskan oleh para leluhur mereka. Seperti Upacara menyambut musim panen maupun musim tanam tiba. Selain sistem pemerintahan negara, di Suleng Waseng maupun Pulau Solor pada umumnya juga terdapat sistem pemerintahan berdasarkan suku. Kepala suku memegang peranan dalam hal upacara adat, menjatuhkan sanksi adat, dan hal-hal lain yang lebih bersifat spiritual. Sedangkan para pemegang kekuasaan sistem pemerintahan tetap dipegang kepala dusun, kepala desa, lurah atau camat. Di antara semuanya terjalin hubungan yang baik dan tidak saling melangkahi kewenangan masing-masing.

Sebuah wilayah yang kurang perhatian dari Pemda setempat apalagi Pemerintah Pusat ini. Dan penduduk setempat selalu berharap dan berharap ada perubahan di wilayah mereka.

Hidup Indonesia..!!!











** Sedikit Dokumentasi


Motor diatas Kapal
Pantai yang landai dan bersih
Serasa di Dunia Lain
Duuuuhh,, mau berenang..

Senin, 14 Desember 2009

SAR (Search n Rescue)


SAR merupakan singkatan dari Search And Rescue yang mempunyai arti usaha untuk melakukan percarian, pertolongan dan penyelamatan terhadap keadaan darurat yang dialami baik manusia maupun harta benda yang berharga lainnya

HAKEKAT SAR
SAR merupakan kegiatan kemanusiaan yang dilakukan secara suka rela dan tanpa pamrih dan merupakan kewajiban moril bagi setiap individu yang terlatih untuk melakukan pertolongan terhadap korban musibah secara cepat, tepat dan efisien dengan memanfaatkan sumber daya/potensi yang ada, baik sarana dan prasarana maupun manusia yang ada.

Kamis, 08 Oktober 2009

Global Warming

Hal kecil yang besar

  • Ganti lampu bohlam dengan lampu compact fluorescent yang sudah banyak dijual dan ada yang bergaransi lo.
  • Di kantor anda bisa memisahkan sampah-sampah kertas bekas dokumen (ex: kuping continous form, sisa pembolong kertas, etc) dengan sampah-sampah yang lain. Setelah dikumpulkan beberapa lama, sampah-sampah kertas itu bisa dijual lo (sumpah!)
  • Irit air! Mandi lebih cepat (asal bersih), cuci baju sekali banyak (jangan sedikit2), dan masih banyak lagi hal-hal untuk mengirit air.
  • Gunakan kendaraan umum berbahan gas, carpool (nebeng mobil bareng temen2; trus minta temen anda kolekan bayarin bensin), naik sepeda, atau pedestrian forever!
  • Kurangi sampah. Beli produk-produk dengan kemasan kecil, atau gunakan produk-produk daur ulang
  • Tanam pohon. Pohon bisa mengurangi karbondioksida, sekaligus membuat rumah lebih sejuk. Kurangi pemakaian AC dan kipas angin dengan desain rumah yang lebih ramah lingkungan (ex: jendela lebih banyak, gunakan genteng jangan asbes, etc)
  • Matikan dan cabut kabel power alat-alat elektronik yang tidak dipakai. Komputer bisa diset sleeping mode ketimbang menggunakan screensaver.
  • Gunakan tas belanja utk ke pasar. Kurangi pemakaian plastic kresek yang banyak dipakai di warung/pasar.
  • Gunakan botol yang bisa dipakai ulang. Botol air mineral kurang bagus untuk dipakai ulang, dan intinya adalah: HENTIKAN PEMAKAIAN PLASTIK!
  • Olah sampah dengan tepat. Sampah-sampah organic bisa diolah menjadi pupuk, ajak lingkungan anda agar memiliki daur ulang local yang bisa dipakai satu lingkungan (ex: RT, RW)

Kamis, 17 September 2009

somay atau pecel??

gw heran ama tetangga gw,sebut aja Anton (nama samaran)hheheheh...
Setiap dia beli somay yang di beli bukan somay,hanya pare ama kol doank.
jadi yang dia beli tuh apa?? somay atau pecel..

Rabu, 16 September 2009

Pengetahuan Dasar Survival

Survival berasal dari kata survive yang berarti mampu mempertahankan diri dari keadaan tertentu. Dalam hal ini mampu mempertahankan diri dari keadaan yang buruk dan kritis. Sedangkan Survivor adalah orang yang sedang mempertahankan diri dari keadaan yang buruk. Jadi Definisi Survival adalah keadaan dimana diperlukan perjuangan untuk bertahan hidup dari segala macam ancaman atau bahaya. Arti survival menurut versi pencinta alam:

  • Sadari situasi
  • Untung atau malang tergantung ketenanganmu
  • Rasa takut dan putus asa harus hilangkan
  • Viva,hargai hidup
  • Ingatlah dimana kamu berada
  • Vakum harus diisi
  • Adat istiadat setempat harus diketahui
  • Latihlah dirimu selalu

Jika anda tersesat atau mengalami musibah, ingat-ingatlah arti survival tersebut, agar dapat membantu anda keluar dari kesulitan. Dan yang perlu ditekankan jika anda tersesat yaitu istilah "STOP" yang artinya :
  • Stop & seating / berhenti dan duduklah
  • Thingking / berpikirlah
  • Observe / amati keadaan sekitar
  • Planning / buat rencana mengenai tindakan yang harus dilakukan
Bahaya dalam Survival
  1. Bahaya Subjektif,bahaya dari dalam diri sendiri
  2. Bahaya Objektif, Bahaya dari luar aatu lingkungan sekitar (binatang buas,bencana alam)
Langkah yang harus ditempuh bila anda/kelompok anda tersesat :
  1. Mengkoordinasi anggota
  2. Melakukan pertolongan pertama
  3. Melihat kemampuan anggota
  4. Mengadakan orientasi medan
  5. Mengadakan penjatahan makanan
  6. Membuat rencana dan pembagian tugas
  7. Berusaha menyambung komunikasi dengan dunia kuar
  8. Membuat jejak dan perhatian
  9. Mendapatkan pertolongan
Kebutuhan survival Yang harus dipunyai oleh seorang survivor adalah :
  • Bivak
  • Air
  • Api
  • Makanan (botani dan Zoologi Praktis)
  • Survival kit
Berikut Penjelasannya
  • Bivak
Pengertian yang umum adalah tempat tinggal sementara untuk bertahan hidup yang besifat melindungi dari serangan hawa panas atau dingin dan tempat untuk beristirahat. Hal ini berhubungan dengan survival dalam hal mencari tempat berlindung untuk melakukan pertahanan hidup dari kondisi lingkungan yang buruk. Pembuatan bivak dapat dilakukan dengan bahan-bahan yang diperoleh dari alam, seperti daun dan ranting kayu.
Bila seorang pendaki atau bersama-sama pastikan membawa tenda atau minimal jas hujan dan kantong plastik besar. Tenda merupakan tempat yang paling baik untuk beristirahat dan menentukan target berikutnya untuk esok hari dalam perjalanan serta aman dari angin dan hujan. Untuk itu diperlukan pengetahuan untuk mendirikan bivak yang sesuai dengan syarat:
1. Bangun pada tempat yang datar
2. Jangan mendirikan bivak di puncak gunung
3. Jangan mendirikan tenda di puncak dan terbuka untuk menghindari bahaya petir
4. Jangan mendirikan tenda tepat di tempat yang cekung
5. Hindari pendirian tenda tepat di bawah kayu lapuk atau mati
6. Tempatkan bagian terbuka dari bivak berlawanan dengan arah mata angin. Dengan mengetahui arah mata angin, maka lebih mudah membaca jatuhnya air hujan sehingga dapat menentukan tempat perapian yang baik.

Bivac Alam
  • Air
Seseorang dalam keadaan normal dan sehat dapat bertahan sekitar 20 – 30 hari tanpa makan, tapi orang tsb hanya dapat bertahan hidup 3 - 5 hari saja tanpa air.

Cara mendapatkan air yg tidak perlu dimurnikan :

  1. Hujan Tampung dengan ponco atau-daun yang lebar dan alirkan ke tempat penampungan
  2. Dari tanaman rambat/rotan Potong setinggi mungkin lalu potong pada bagian dekat tanah, air yang menetes dapat langsung ditampung atau diteteskan ke dalam mulut
  3. Dari tanaman Air yang terdapat pada bunga (kantung semar) dan lumut
Cara mendapatkan Air yang harus dimurnikan terlebih dahulu :

  1. Air sungai besar
  2. Air sungai tergenang
  3. Air yang didapatkan dengan menggali pasir di pantai (+ 5 meter dari batas pasang surut)
  4. Air di daerah sungai yang kering, caranya dengan menggali lubang di bawah batuan
  5. Air dari batang pisang, caranya tebang batang pohon pisang, sehingga yang tersisa tinggal bawahnya lalu buat lubang maka air akan keluar, biasanya dapat keluar sampai 3 kali pengambilan
  • Api
Bila mempunyai bahan untuk membuat api, yang perlu diperhatikan adalah jangan membuat api terlalu besar tetapi buatlah api yang kecil , hal ini lebih baik. contoh cara mendapatkan atau membuat api 1. Dengan lensa / Kaca pembesar Fokuskan sinar pada satu titik dimana diletakkan bahan yang mudah terbakar. 2. Gesekan kayu dengan kayu. Cara ini adalah cara yang paling susah, caranya dengan menggesek-gesekkan dua buah batang kayu sehingga panas dan kemudian dekatkan bahan penyala, sehingga terbakar 3. Busur dan gurdi Buatlah busur yang kuat dengan mempergunakan tali sepatu atau parasut, gurdikan kayu keras pada kayu lain sehingga terlihat asap dan sediakan bahan penyala agar mudah tebakar. Bahan penyala yang baik adalah kawul terdapat pada dasar kelapa, atau daun aren
  • Makanan (botani dan zoologi praktis)
Mempelajari botani dan zoology praktis dianggap penting untuk lebih mengenal jenis tumbuhan dan hewan yang dapat dimanfaatkan sebagai makanan darurat (survival food) atau obart-obatan. Selain itu kita dapat mengenal jenis tumbuh-tumbuhan dan hewan yang harus dijauhi karena beracun, berbisa, atau dapat menganmcam keselamatan jiwa. Hal ini penting karena alam Tropis memiliki karakteristik yang berbeda dengan alam Sub Tropis.
Daerah tropis memiliki karakteristik sebagai berikut : Keanekaragaman species yang tinggi tetapi dalam satu species jumlah populasinya rendah. Artinnya harus lebih banyak mengenal keanekaragaman species yang lebih banyak bila dibandingkan dengan yang di Sub Tropis. Selain itu alam tropis dengan jumlah populasi yang tidak terlalu banyak menyebabkan kita harus sedikit berusaha lebih keras lagi guna memanfaatkannya. Yang terakhir cuaca alam tropis relatif stabil dan perbedaan yang drastic dan ekstrim jarang ditemukan.

Botani Praktis
Permasalah dalam survival mengenai masalah Botani Praktis adalah survivor harus mengenal karakteristik alamnya. Karena daerah di Indonesia ini dapat dikelompokan menjadi beberapa zona geografi tumbuhan.
Secara garis besar, tumbuh-tumbuhan dibedakan pada dua hal :
  1. Tumbuhan yang dapat dimakan (berguna, mengandung air, dapat dipakai sebagai obat-obatan, dll)
  2. Tumbuhan yang berbahaya (beracun).
Tumbuhan Yang Dapat Dimakan
Bagian tumbuhan yang dapat dimakan dan memberikan energi yang cukup adalah umbi (umbi batang / umbi akar), setelah itu baru buah, biji, dan daun.
Ciri umum tumbuhan yang dapat dimakan :
a. Bagian tumbuhan yang masih muda /tunas.
b. Tumbuhan yang tidak mengandung getah.
c. Tumbuhan yang tidak berbulu.
d. Tumbuhan yang tidak berbau kurang sedap.
e. Tumbuhan yang dimakan oleh hewan mamalia.
Langkah-langkah yang perlu bila akan memakan tumbuhan :
a. Makan tumbuh-tumbuhan yang sudah dikenal.
b. Makan jangan hanya satu jenis tumbuhan saja.
c. Sebaiknya jangan memakan tumbuhan yang buahnya berwarna ungu, karena dikhawatirkan mengandung racun alkaloid.
d. Cara memakan buah-buahan yang belum kita kenal adalah dengan mengoleskan sedikit ke bibir dan tunggu reaksinya. Bila tidak ada rasa aneh (panas, pahit) berrati cukup aman.
e. Yan paling baik adalah terlebih dahulu memasak bagian tumbuhan yang akan dimakan.
Contoh tumbuhan yang dapat dimakan :
a. Umbi di dalam tanah : jenis talas, kentang, bengkuang, paku tanah.
b. Bagian batangnya : umbut muda pisang, sagu, begonia.
c. Buah : kelapa, arbei hutan, konyal (markisa hutan), nipah (dirawa)
d. Biji : padi, jagung, biji rumput teki (di Madura), biji saniten yang sudah tua
e. Bunga : turi, pisang.
f. Daun : rasamala, melinjo, babadotan, tespong, antanan.

Tumbuhan Obat
Dapat dikelompokan menjadi dua :
a. Dimakan/diminum, contoh :
  • Bratawali (Anamitra cocculus), tumbuhannya merayap. Terdapat di hutan, di kampung. Batangnya direbus, rasanya pahit. Gunanya obat anti demam, anti malaria, pembersih luka, penambah nafsu makan.
  • Keji Beling/ngokilo (Strobilateses). Tumbuhan semak dan di hutan. Ambil daunnya, dimasak untuk obat pinggang dan infeksi/keracunan pada pencernaan.
  • Sembung/sembung manis (Blumen Balsmifira). Jenis rumput-rumputan, terdapat di padang rumput yang banyak anginnya. Daunnya diseduh dengan air panas, dapat digunakan untuk sakit panas, sakit perut.
b. Tumbuhan Obat Luar, untuk luka
  • Getah pohon Kamboja, untuk menghilangkan bengkak, juga untuk terkilir.
  • Air rebusan Bratawali untuk mencuci luka, juga air batang pohon randu (kapuk hutan).
  • Daun Sambiloto ditumbuk halus, atau daun Ploso untuk anti sengatan kalajengking.
  • Kirinyuh.
Tumbuhan Beracun
- Getah pohon paku putih dapat menyebabkan kebutaan.
- Getah pohon Rengas, ingas/semplop, sangat berbahaya karena merusak jaringan.
- Getah Jambu Monyet menyebabkan gatal-gatal.
- Buah Aren mentah menyebabkan gatal-gatal.
- Kecubung, beracun bila dimakan.
- Rarawean, dapat menyebabkan gatal-gatal dan pedih.
- Daul Pulus dapat menyebabkan gatal-gatal dan panas
- Si Cantik Beracun.

Tumbuhan Berguna Lainnya
  • Tumbuhan penyimpan air : tumbuhan beruas (bamboo, rotan, dll), tumbuhan merambat, kantung semar, kaktus dll.
  • Tumbuhan pembuat atap/perlindungan : daun nipah, aren, sagu dll.
  • Pengusir ular dan serangga : lemo
  • Indikator air bersih : tespong, selada air.
Jamur di hutan sebaiknya jangan dimakan karena sulit untuk membedakan Janis yang bias dimakan atau yang beracun, keculai bagi yang sudah ahli, selain itu kadar kalori jamur sangat rendah karena tubuh jamur banyak mengandung air. Pedoman umum untuk menentukan jamur yang dapat dimakan, seperti : tidak berwarna menyolok, tidak bercahaya, tidak memiliki gelang pada tangakinya, tidak berbau memuakkan, tidak memberi efek warna hitam bila disentuh kan ke benda-benda perak.
Pedoman seperti itu sebenarnya terkadang sangat berbahaya. Banyak juga jamur yang mempunyai cirri-ciri diatas justru mengandung racun. Contohnya Amanita phallolder berwarna putih kecoklatan, tidak mempunyai gelang, justru memiliki racun yang mematikan manusia. Amanita Verna dan Amanita virosa yang berwarna berwarna putih bersih memiliki racun yang mematikan. Ketiga jamur itu bila dimakan, setelah 30 menit kemudian akan mengakibatkan perut sakit sekali. Bila tidak dirawat segera, 6 jam kemudian dapat menyebabkan kematian.

Zoologi Praktis
Sebagaian besar hewan pada dasarnya dapat dimakan. Kesulitannya adalah bagaimana cara mendapatkannya. Untuk itu diperlu pengetahuan tentang habitat, dan tingkah laku hewan tersebut.
Untuk menangkap hewan diperlukan keberanian dalam mengambil keputusan, misalnya : hewan selalu mencari air untuk keperluan sehari-harinya. Apabila kita ingin mendapatkan bermacam hewan, harus menuju sumber air. Dalam hal ini kita akan dihadapkan pada satu masalah. Bila di dekat sumber air banyak hewannya berarti juga banyak hewan yang berbahaya bagi kita.

Habitat Hewan
Habitat yang paling banyak jenis hewannya adalah pantai dan laut dangkal. Semakin tinggi permukaan tanah, jenis hewan yang ada semakin sedikit. Jadi bila tersesat digunung dan ingin mencari makanan (hewan), jangan terus naik ke puncak gunung. Lebih baik turun, kemungkinan besar akan menemukan berbagai jenis hewan.

Prilaku Hewan
Prilaku setiap hewan adalah khas. Kapan kita akan mudah menangkap suatu hewan, kapan harus menghindarinya. Pada musim kawin, hewan-hewan biasanya kurang peka terhadap sekelilingnya. Saat seperti inilah yang baik untuk menangkapnya. Burung-burung pindah dari daerah dingin ke daerah panas. Ikan salem atau belut/lindung yang berpindah tempat di sungai dan laut untuk bertelur. Ular yang menjaga telur atau anaknya biasanya bertambah ganas.

Binatang Berbahaya
  • Nyamuk di daerah malaria.
  • Lalat dayak/lalat kerbau (besarnya 2 kali lalat biasa) terdapat dihutan Kalimantan, Sulawesi, Irian Jaya. Bekas gigitannya bengkak dan gatal, bias infeksi.
  • Lebah, sengatannya beracun, dalam jumlah besar/banyak dapat mematikan.
  • Kelabang, kalajengking. Bekas sengatannya sakit, bengkak. Untuk mengurangi rasa sakit dapat dengan ammonia, tembakau dan sambiloto.
  • Pacet, lintah. Menghispa darah, untuk melepaskannya siram dengan air tembakau.
  • Ular berbisa : ular Hijjau, ular bakau, ular tanah, ular sendok/kobra, ular belang dll. Umumnya jenis ular berbisa dapat diketahui dengan melihat bentuk kepala (segi tiga), leher relatif kecil, terdapat lekukan antara mata dan hidung, mempunyai gigi bias.

Binatang Yang Berguna
- Hampir semua mamalia dan burung dapat dimakan dagingnya
- Ular, kadal, kura-kuran dapat dimakan.
- Lebah bias diambil madu dan larvanya.
- Cacing dan siput hutan dapat dimakan.

Serpentes (Ophidia)
Di Indonesia banyak sekali jenis ular termasuk yang berbisa. Ular pada umumnya aktif di siang hari. Anggota badan yang banyak digigit adalah tungkai, kemudia jari kaki.
Ular yang banyak menyebabkan kematian antara lain ular tanah (angkistrodon), ular hijau (Trimeresurus), ular Anang, Biludah.
Macam gigi bias :
  • AGLYPHA, tidak mempunyai gigi bias. Contoh : ular Sanca / phyton, ular sawah (umumnya dari keluarga Colubridae).
  • PHISTOGLYPHA, mempunyai gigi bias dibelakang. Contoh : Ular Cincin Mas (Boiga dendrophila), Ular Pucuk/Ular Daun (Dryophis).
  • PROTEROGLYPHA, mempunyai gigi bias di depan, yang efektif untuk menyalurkan bias. Contohnya Elapidae, Hydrophiidae.
  • SOLENOGLYPHA, mempunyai gigi bias di depan dan dapat dilipat. Umumnya gigi bias tersebut besar. Contohnya Crotalidae, Viperridae.
Macam bisa :
  • Neurotoksin, yang menyerang jaringan saraf dan bersifat bertentangan dengan tranmisi rangsangan saraf. Menyebabkan kelumpuhan pada alat pernafasan dan rusaknya jaringan otak.
  • Hemotoksin, yang menyerang darah dan system peredarannya. Dapat menguraikan protein, menyebabkan sel darah rusak dan menggumpal.
  • Kardiotoksin, yang diserang adalah otot jantung.
  • Miksotoksin, yang diserang cairan dalamtubuh.
Penanggulangan Gigitan Ular :
  • Korban jangan banyak melakukan gerakan, dan tidak panaik.
  • Luka dibersihkan.
  • Torniket digunakan untuk mencegah kemungkinan menjalarnya bias ke Jantung. Torniket diletakkan antara luka dengan jantung (luka di daerah anggota badan).
  • Ular yang menggigit harus ditangkap dan diketahui jenisnya. Bila berbisa, dapat ditentukan jenis bisanya.
  • Korban dibawa ke puskesmas setempat / rymah sakit terdekat.
Obat yang biasa digunakan untuk menawarkan bisa:
  1. Aspirin untuk menghilangkan rasa sakit.
  2. Vitamin B kompleks dan Paracetamol untuk menghilangkan rasa nyeri dan panas.
  3. Antivenin Polyvalent, serum anti bias yang bersifat umum.
  4. Antivenin Taipan, serumuntuk gigitan ular Taipan.
  5. Antivenin Brown Snake, serum untuk gigitan ular Mulga.
  6. Antivenin Papua Black Snake, serum untuk gigitan ular hitam Irian.
  • Survival Kit 
Ialah perlengkapan untuk survival yang harus dibawa dalam perjalanan :
  1. • Perlengkapan memancing
  2. • Pisau
  3. • Tali kecil
  4. • Senter
  5. • Cermin suryakanta, cermin kecil
  6. • Peluit
  7. • Korek api yang disimpan dalam tempat kedap air
  8. • Tablet garam, norit
  9. • Obat-obatan pribadi
  10. • Jarum + benang + peniti
  11. • dll